Facebook Berencana Membangun Data Center Cold Storage Berkapasitas 3 Exabyte di Oregon, Amerika Serikat

Facebook yang saat ini telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna sepertinya mulai kewalahan dengan foto-foto dari para penggunanya. Seperti yang kita ketahui, saat ini jejaring sosial terbesar di dunia tersebut telah memiliki lebih dari 240 miliar foto penggunanya dan setiap harinya ada jutaan foto yang diupload ke server perusahaan tersebut.
Tapi nyatanya dari 240 miliar foto tersebut, hanya 8 persen yang sering dilihat oleh penggunanya, sehingga Facebook membutuhkan fasilitas penyimpanan data yang lebih efisien. Perusahaan ini berencana untuk membangun sebuah data center cold storage berkapasitas 3 exabyte (3 miliar gigabyte) di daerah Prineville, Oregon, Amerika Serikat.
Fasilitas ini nantinya akan menghemat biaya energi sampai dengan 33 persen dari server biasanya. Cold storage ini nantinya akan seperti backup server yang hanya aktif jika ada sebuah permintaan dari server utama, dan jika tidak ada permintaan maka server utama ini akan non-aktif, atau bisa dibilang mirip dengan fitur “sleep” yang berada di komputer atau laptop.
Efek samping dengan hadirnya cold storage ini adalah foto yang diminta oleh penggunanya akan datang lebih lambat dari biasanya, karena server utama harus mengirimkan permintaan terlebih dahulu kepada cold storage. Tidak semua foto pengguna akan dimasukan dalam cold storage, dan hanya foto lama seperti misalnya foto 1 tahun yang lalu yang akan disimpan dalam data center tersebut.
Jika diperhatikan, Facebook adalah salah satu jejaring sosial besar yang pertama kali menerapkan teknologi ini, dan tentunya perusahaan ini berupaya menekan biaya operasionalnya melalui teknologi ini.
Image courtesy of Jeong Ki Dam/Flickr