Menteri Perlindungan Wanita Perancis Meminta Twitter Menyensor Tweet yang Mengandung Unsur SARA

Najat Belkacem-Valaud meminta agar Twitter melakukan sensor kepada tweet-tweet yang memiliki unsur SARA. Dia mengungkapkan hal ini saat menyatakan pendapatnya lewat surat kabar Perancis Le Monde setelah beberapa hari lalu hashtag #SiMonFilsEstGay (“jika anak saya adalah gay/homo”) menjadi trending topic di negara tersebut.
Belkacem-Valaud menyesalkan adanya penyalahgunaan yang dilakukan oleh orang-orang terutama di Perancis yang menggunakan kebebasan berpendapat di jejaring sosial untuk menyebarkan hal-hal yang berunsur SARA atau kebencian.
Selain hashtag tersebut, beberapa bulan terakhir banyak hashtag yang mengandung unsur SARA menjadi trending topic di negara tersebut, seperti #unjuifmort (“seorang yahudi yang meninggal”), #unbonjuif (“seorang yahudi yang baik”), dan #SiMaFilleRamèneUnNoir (“jika anak perempuan saya mengajak seorang lelaki hitam ke rumah”).
“Pada saat pemerintah sedang berusaha untuk melawan aksi kekerasan dan diskriminasi terhadap orang-orang minoritas. Saya ingin meminta Twitter untuk menunjukan tanggung jawabnya untuk berkontribusi dalam pencegahan hal-hal ini, walaupun saya tidak meminta ini secara resmi.” tulis Belkacem-Vallaud.
Dia juga menambahkan bahwa kebebasan berekspresi tidak serta merta dapat digunakan untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengarah kepada kaum minoritas atau rasisme, karena hal tersebut akan memicu tindakan kekerasan.
Image courtesy of Kristopher Hall/Flickr