3 Tips untuk Mencari Ide Baru dan Berpikir “Out of the Box”

Ide baru memang sangat diperlukan oleh seorang entrepreneur. Namun tidak hanya itu, selain ide baru, anda sebagai entrepreneur juga harus bisa berpikir out of the box. Cara berpikir seperti ini sedang marak di dunia bisnis karena akan membuat kita sebuah ide baru yang benar-benar beda dari sebelumnya.
Namun sebagian orang atau mungkin anda sendiri sangat sulit untuk berpikir out of the box. Ini memang bukan salah anda, pasalnya jaman sekarang makin banyak orang yang menghasilkan ide-ide yang out of the box dan jika anda tidak bisa melakukan hal ini, anda pastinya akan tertinggal dan bahkan untuk sebuah bisnis, karena berakibat kurangnya inovasi yang dihasilkan sehingga membuat bisnis tersebut lama kelamaan ditinggalkan oleh para pelanggannya.
Andrew Rossi, seorang creative director dari sebuah agensi periklanan MBooth, adalah salah satu orang yang mampu berpikir out of the box. Tidak hanya itu, dia juga mampu untuk mengajari setiap orang yang bekerja di agensi tersebut untuk berpikir out of the box.
Hasilnya, MBoot berhasil mendapat penghargaan dari Holmes Report dengan menjadi Creative Agency of the Year 2012. Ini membuktikan kemampuan untuk berpikir out of the box dapat membuat seseorang menjadi kreatif dan juga memberikan keunikan tersendiri bagi bisnis yang ditanganinya.
Kali ini Rossi akan membagikan 3 tips yang akan membantu perusahaan atau bisnis anda menjadi lebih kreatif dan dapat berpikir out of the box:
1. Tentukan parameter atau batasan dari ide anda.
Salah satu kehebatan dari berpikir out of the box adalah kemampuan brainstorming yang terbatas dan ini tentunya akan membuat ide akan menyebar dengan bebas. Untuk itu anda perlu menentukan sebuah parameter atau batas dari brainstorming yang anda lakukan.
Hal ini diperlukan agar anda dapat menggali ide-ide baru lebih dalam dan menemukan ide yang sebelumnya belum pernah ada di bisnis anda. Saat anda melakukan brainstorming, fokuslah kepada sebuah pertanyaan yang spesifik yang anda butuhkan di bisnis anda.
Contohnya adalah jika anda mencari sebuah strategi marketing yang baru untuk bisnis anda, cobalah agar tidak menyebar ke topik lain, atau dengan kata lain fokus kepada strategi marketing tersebut. Setelah anda sudah menetapkan sebuah batasan dan fokus, tulis semua ide yang anda temukan dalam proses brainstorming anda. Tulis semuanya, bahkan ide yang tidak berguna sekalipun.
2. Cari inspirasi random dari sumber lain.
Untuk berpikir out of the box, anda harus memicu otak anda agar bisa membuat sebuah koneksi yang biasanya tidak ada. Maka dari itu, carilah inspirasi dari sumber lain sebanyak-banyaknya, walaupun tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah anda.
Kadang anda mungkin mendapat inspirasi yang tidak ada hubunganya dengan fokus anda, tapi kadang hal tersebut dalam menciptakan sebuah ide baru yang benar-benar original yang berguna bagi bisnis anda. Banyak cara untuk mendapatkan inspirasi random ini, anda dapat melihat foto-foto populer di Pinterest, trending topic di Twitter atau juga mengklik “I’m Feeling Lucky” pada halaman Google Search.
3. Fokus dengan kuantitas, lupakan kualitas.
Hal yang unik saat anda berpikir out of the box adalah ide-ide yang muncul dalam proses brainstorming yang anda lakukan kebanyakan adalah ide-ide yang aneh. Untuk itu, jangan mencari ide yang memiliki kualitas bagus, tulis semua ide yang anda dapatkan dan cari sebanyak-banyaknya.
Percaya atau tidak faktanya, ide yang aneh pun dapat membuat sebuah bisnis menjadi sukses. Setelah anda mendapatkan banyak ide-ide baru, anda dapat mulai menyeleksi ide-ide tersebut dan berdiskusi dengan partner anda dan memilih ide terbaik yang dapat menyelesaikan pertanyaan utama yang telah anda tentukan sebelumnya.
Image courtesy of Irossi900/Flickr
Respective source: http://www.entrepreneur.com/blog/224807